Beta punya nama Betha!

Tidak cukup cantik untuk menjadi kekasihmu. Tetapi cukup cantik untuk mewarnai harimu :)
Recent Tweets @bethaness

Bukan bom kendali. Juga bukan TNT yang sanggup mementalkan kita. Pun bukan bom nuklir yang mampu menciderakan anak cucu kita.

Mungkin ini sejenis bom asap, yang membuatku berasap akibat terbakar api ketidaksabaran menunggumu. Mungkin pula bom air mata, yang mampu membuat genangan air di sudut mataku saat menunggumu.

Walau selama ini dekat denganku, tak pernah ada niatan untuk menghapal ciri-cirinya. Sedikitpun tak pernah pusing memikirkannya. Bahkan bila meledak sekalipun aku tak peduli. Namun semua itu hanya di ingatanku, seminggu yang lalu sebelum rindu ini menjalar dan mengakar.

Sampai sekarang aku belum tahu bom jenis apakah ini. Bila bom asap atau pun air mata, mungkin aku masih bisa berlindung. Atau tak sadarkan diri untuk sementara. Aku menyiapkan diri, menyatakan sanggup menghadapinya. Sedetik kemudian, bom ini berubah menjadi TNT, mementalkan kita bahkan hingga Sabang - Merauke, tak peduli bahwa sebelumnya telah ratusan kilometer kita tempuh.

Bom apakah ini? Saat aku menekan *388# pada ponselku, munculah tulisan “Sisa Pulsa Anda Rp 0” beserta bom nuklir yang membuat cacat hatiku dengan rasa rindu.

Lima setengah tahun yang lalu…
Ruang 11, SMP Negeri 1 Sidoarjo…
Wah ada anak baru. Rambutnya dikepang lho. Oh, ternyata pindahan dari Bali. Kenalan ah. Hm, asyik juga ya anaknya. Lucu lagi. Eh, ternyata rumahnya deket. Main ahh. Lho, suka foto-foto juga ternyata. Yauda deh foto-foto. Upload ahh di friendster. Nah lo, telat masuk. Manjat pager bareng deh hehe. Wah ga kerasa banget uda kelas 3. Lahhh sekelas intensif primagama. Ayee, uda SMA nih. Nggak kerasa yaa? Eh satu sekolah lagi ternyata. Hmm…

Read More

  • S: Kamu pernah sakit hati?
  • A: Sering. Ada apa?
  • S: Boleh tau gara-gara apa?
  • A: Macem-macem. Kodratnya cewek kan memang lebih perasa.
  • S: Tapi kamu pernah menyakiti?
  • A: Pernah lah. Disakiti kan pada awalnya timbul karena menyakiti..
  • S: Berarti awalnya dari kamu ya...
  • A: Ya mau gimana lagi. Kan nggak mungkin ada asap kalo nggak ada api.. Ada apa tho? Kamu takut aku sakiti?
  • S: Ya kan biar aku nggak nyakiti kamu...
  • A: *terharu* Kamu beneran kan ngomong gitu?
  • S: Bener lah. Aku uda nggak mau lagi menyakiti hati orang lain, sudah terlalu banyak yang aku sakiti...
  • A: Kamu nggak apa-apa kalo mau nyakiti aku. Tapi sebelum kamu nyakiti harus bilang dulu, biar aku sempat pake baju anti goresku...
  • S: Jangan khawatir... Semua yang tajam di hati dan omonganku sudah aku tumpulkan.. Biar jangan ada lagi yang terluka karenaku..
Seandainya aku mampu mengucapkan ribuan kalimat pengandaian, kitab setebal apapun tak mampu menampungnya. Seandainya semua ucapan pengandaian itu menjadi nyata, dunia ini begitu menyenangkan di mataku. Seandainya dunia yang begitu menyenangkan terwujud, kebahagiaan pun turut tergenggam oleh semua orang.
Dan seandainya pengandaian tidak menjadi kebahagiaan, tidak terwujud, bahkan belum tertorehkan dalam selembar kertas, maka itulah kenyataan.
Seandainya

Ketika aku dilahirkan dengan sempurna, aku memiliki organ tubuh yang lengkap, sel neuron yang memadai untuk berpikir, dan hati nurani untuk merasa. Semakin hari, organ-organ ini bertambah panjang dan besar sesuai dengan pesan genetiknya. Sel-sel neuron pun semakin meningkatkan ikatannya satu sama lain dan mengaktifkan impuls-impuls guna mempercepat cara pikirku. Seakan tak mau kalah, hati nurani turut mempekakan instingnya terhadap kehidupan yang begitu keras di depannya, menerjang gelombang hidup demi pencarian yang dicari-cari para pujangga, cinta.

Hatiku membesar, menyisakan ruang kosong di dalamnya. Kala itu hatiku masih terbuka untuk siapa pun yang memang ingin mendiaminya. Datanglah seorang. Cukup lama ia mendiami ruang itu. Setelah akhirnya ia memutuskan untuk pergi dan mengunci pintu hatiku begitu.

Aku tidak pernah tahu bahwa apakah orang tersebut akan kembali dalam hati ini. Aku juga tidak pernah mengerti apa saja yang dilakukan orang tersebut di luar sana. Entah orang tersebut adalah orang yang jahat atau baik, sejujurnya aku tidak begitu mengenalnya. Dia asing, namun pembawa kunci hatiku. Semuanya tertutup. Hingga suatu hal terjadi.

Seseorang membawa kunci duplikat pintu hatiku. Dia masuk begitu saja ke dalam sebelum aku mempersilakannya. Dia memilih untuk berdiam diri. Bodohnya dia tidak menutup pintunya, sehingga ada orang lain masuk. Bersyukur sebab tidak terjadi pertengkaran disana dalam memperebutkan ruang hatiku. Tiba-tiba ruangan ini terasa penuh sesak. Tidak mungkin dua orang dalam waktu bersamaan berdiam dalam ruang ini. Salah satu harus keluar. Dengan berat hati, orang yang pertama meninggalkan ruangan dan memberikan kuncinya pada orang kedua. Dan orang kedua pun tinggal untuk beristirahat sejenak.

Badan orang kedua telah segar kembali setelah beristirahat dalam ruang hatiku. Tak disangka ia keluar dan kembali menutup pintu hatiku, membawa kuncinya keluar sana. Pintu tertutup. Dan ia tidak kembali lagi.

Tiba-tiba ada maling. Dia mencongkel gagang pintu hatiku. Berhasil. Dia masuk. Melihat kenyamanan ruang hatiku, dia memilih tinggal. Dia membersihkan bekas-bekas yang ditinggalkan orang-orang yang sebelumnya masuk dan keluar begitu saja. Sadar dia akn berdiam dalam waktu yang cukup lama, dia pun membetulkan gagang pintu yang telah ia rusakkan, dan menggantinya dengan kunci yang baru. Semua beres. Ruang hatiku menjadi istananya.

Dia menaruh kunci yang baru di sebuah tempat tersembunyi agar tidak ada seorang pun yang tahu dan mengambilnya. Dan dia pergi tidur. Dan bermimpi sangat indah. Begitu bangun dan hendak pergi keluar sejenak, dia mencari kunci ke segala penjuru ruangan. Namun hasilnya, nihil. Dia terkunci. Namun dia bahagia telah menetap dalam hatiku yang nyaman ini. Dia bahagia telah terkunci dalam hatiku. Semoga dia tidak berusaha mencari jalan keluar, agar jangan sampai ada lagi kisah masuk dan keluar tanpa aku menyuruhnya. Jangan sampai.

Matanya indah, tak seperti milikku. Hidungnya mancung, sedangkan aku pesek. Senyumnya manis, tidak aneh sepertiku. Pawakannya tinggi kurus langsing, amat berlawanan denganku. Rambutnya hitam panjang lurus dan tertata rapi, tidak sepertiku yg bahkan menyisir saja malas. Gayanya modis selalu up to date, bertolak belakang dengan kebiasaanku yang asal ambil kaos di box diskonan.
Sejauh mataku memandang, dia begitu sempurna. Dan aku tidak ada sepotong kuku pun bila dibandingkan dengannya.
Deskripsi di atas adalah harga mati. Just because I’m not her in physical characteristic, so you can’t love me in the way you do to her. Walaupun dia tidak melakukan hal yang kamu lakukan, padamu.

Aku dulu pernah menulis secara spontan 50 hal yang aku inginkan dalam hidupku. Hihi lucu juga kalo sekarang dibaca dan ternyata sekarang aku uda memikirkannya baik-baik ;)

  • Gondel: Dia jahat! Dan kamu baik banget beeeeee :')
  • Aku: Bukankah orang jahat membutuhkan orang baik untuk menyadarkannya? *wink*
adakah kepedulianmu adalah kenyataan ?

Love youuuu @armadhea :*